0

..............
22. Pengukuran langsung untuk menentukan kecepatan sepeda motor yang sedang melaju digunakan ….
a. rol meter untuk mengukur jarak tempuh

b. stopwatch untuk mengukur waktu tempuh
c. spidometer
d. avometer
23. Pengukuran volume suatu benda yang bentuknya teratur digunakan ….
a. gelas ukur

b. gelas berpancuran
c. rumus
d. sebuah gelas ukur dan gelas berpancuran
24. Sebuah balok memiliki panjang 10 cm, lebar 5 cm dan tinggi 0,5 cm.
Volume balok tersebut sebesar ….
a. 250 cm3

b. 25 cm3
c. 20 cm3
d. 2,5 cm3
25. Pengukuran volume benda yang bentuknya tidak teratur dapat digunakan ….
a. rumus

b. gelas ukur
c. neraca
d. neraca pegas
-
B. Isilah titik–titik di bawah ini!
1. Pembanding dalam suatu pengukuran disebut ….
2. Satuan yang digunakan untuk melakukan pengukuran dengan hasil yang sama untuk semua orang disebut ….
3. Meter, kilogram, sekon disebut satuan ….
4. Satu meter standar sama dengan jarak yang ditempuh oleh cahaya dalam ruang hampa pada selang waktu ….
5. Satu sekon standar adalah waktu yang diperlukan oleh atom … untuk bergetar sebanyak ….
6. Jangka sorong memiliki nonius, yaitu skala yang mempunyai panjang ….
7. Termometer dibuat berdasarkan prinsip ….
8. Titik tetap bawah dan titik tetap atas celcius adalah … dan ….
9. Air raksa digunakan sebagai pengisi termometer, karena ….
10. Ukuran derajaf panas suatu benda disebut ….
11. Alat yang digunakan untuk mengukur derajat panas suatu benda adalah….
12. Bagian penting yang terdapat pada jangka sorong adalah … dan ….
13. Jenis neraca yang biasa dipakai adalah neraca … dan neraca ….
14. Pengukuran besaran turunan dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu secara … dan ….
15. Volume benda yang bentuknya tidak teratur dapat diukur dengan menggunakan … dan ….
-
C. Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan singkat dan tepat!
1. Jelaskan apa yang dimaksud dengan pengukuran!
2. Sebutkan yang termasuk besaran pokok! (3 saja)!
3. Sebutkan yang termasuk besaran turunan! (3 saja)!
4. Sebutkan tiga syarat yang harus dimiliki oleh sebuah satuan!
5. Jelaskan apa yang dimaksud satu kilogram standar!
6. Sebutkan alat ukur panjang!
7. Sebutkan alat ukur massa!
8. Sebutkan alat ukur waktu!
9. Sebutkan macam–macam zat yang digunakan dalam termometer!

............ .........Selengkapnya Latihan soal dari buku IPA kelas 7 untuk menghadapi ujian di sekolah dari bank soal -

Dikirim pada 30 Januari 2011 di Sekolah

1) Undang-undang
Dilihat dari bentuknya, hukum dibedakan menjadi:
(a). Hukum tertulis
(b). Hukum tidak tertulis
Undang-undang merupakan salah satu contoh dari hukum tertulis. Jadi, Undang-undang adalah peraturan negara yang dibentuk oleh alat perlengkapan negara yang berwenang untuk itu dan mengikat masyarakat umum.
Dari definisi undang-undang tersebut, terdapat 2 (dua) macam pengertian:
a. Undang-undang dalam arti materiil, yaitu: setiap peraturan yang dikeluarkan oleh Negara yang isinya langsung mengikat masyarakat umum. Misalnya:
Ketetapan MPR, Peraturan pemerintah Pengganti Undang-Undang (PERPU), Keputusan Presiden (KEPRES), Peraturan Daerah (PERDA), dll
b. Undang-undang dalam arti formal, yaitu: setiap peraturan negara yang karena bentuknya disebut Undang-undang atau dengan kata lain setiap keputusan/peraturan yang dilihat dari cara pembentukannya. Di Indonesia, Undang-undang dalam arti formal dibuat oleh Presiden dengan persetujuan DPR(lihat pasal 5 ayat 1 UUD 45).
Perbedaan dari kedua macam Undang-undang tersebut terletak pada sudut peninjauannya. Undang-undang dalam arti materiil ditinjau dari sudut isinya yang mengikat umum, sedangkan undang-undang dalam arti formal ditinjau segi pembuatan dan bentuknya. Oleh karena itu untuk memudahkan dalam membedakan kedua macam pengertian undang-undang tersebut, maka undang-undang dalam arti materiil biasanya digunakan istilah peraturan, sedangkan undang-undang dalam arti formal disebut dengan undangundang.
.
2) Kebiasaan atau Hukum tak tertulis
Kebiasaan (custom) adalah: semua aturan yang walaupun tidak ditetapkan oleh pemerintah, tetapi ditaati oleh rakyat, karena mereka yakin bahwa aturan itu berlaku sebagai hukum. Agar kebiasaan memiliki kekuatan yangberlaku dan sekaligus menjadi sumber hukum, maka harus dipenuhi syarat sebagai berikut:
o Harus ada perbuatan atau tindakan tertentu yang dilakukan berulangkali dalam hal yang sama dan diikuti oleh orang banyak/ umum.
o Harus ada keyakinan hukum dari orang-orang/ golongan-golongan yang berkepentingan. dalam arti harus terdapat keyakinan bahwa aturan-aturan yang ditimbulkan oleh kebiasaan itu mengandung/ memuat hal-hal yang baik dan layak untuk diikuti/ ditaati serta mempunyai kekuatan mengikat.
.
3) Yurispudensi
adalah: keputusan hakim terdahulu yang kemudian diikuti dan dijadikan pedoman oleh hakim-hakim lain dalam memutuskan suatu perkara yang sama.
.
4) Traktat.......
.........Selengkapnya - Sumber Hukum (Material dan Formal)

..


Dikirim pada 14 Oktober 2010 di Sekolah

Babak 1
(Di sebuah ruang keluarga, duduk santai Ibu Shofi, Meila, Silfi, Nora)
Ibu Shofi: Sepertinya jarang ya kita berkumpul seperti ini. Kalian berkumpul di rumah, untuk makan malam bersama, dengan ibumu yang sudah tua renta ini.
Kalian semua terlalu sibuk dengan urusan masing-masing sih.
Hmmmm Jadi… ibu sering sendirian deh di rumah.
Silfi: Tapi sekarang tidak sendiri lagi kan bu?
Kami semua ada di sini menemani ibu.
(mendekat, memeluk dan mencium ibunya)
Ibu Shofi: Mana Bagas, Meila? Dia jadi kesini kan?
Minem: (Masuk membersihkan meja, tanpa bicara apa-apa)
Meila: hmm sepertinya Mas Bagas sedang ada di Batam bu. Tanggung untuk pulang.
Proyeknya masih berjalan setengah.
Ibu Shofi: Anak lima… kok… yang ngumpul cuma tiga…
Kemana lagi tuh si Sandra, jadi kesini tidak. Itu anak kok tidak bisa diatur ya?
Di suruh kuliah tinggi, malah maunya masuk teater. Disuruh kerja yang bener, malah sukanya pentas. (sambil mengelus dada)
Nora: Bu… bu. Jangan seperti itu, Mbak Sandra kan anak ibu juga. Setiap manusia kan punya pilihan sendiri untuk hidupnya. Seperti Mbak Sandra memilih teater untuk menjalani hidupnya.
Minem: Ya, ndoro, barang kali aja, Mbak Sandra itu bisa jadi artis terkenal, masuk tivi.
Silfi: Nem, Nem, ngomong apa kamu itu. Eh, tapi bener juga ya?
Sana Nem, ambilin tasku yang tadi di kamar.
Minem: Nggih. (langsung beranjak masuk)
Ibu Shofi: Lah, bisnismu sekarang gimana Fi?
Maju kan?
Silfi: Alhamdulillah bu. Ada investor yang mau mendanai. Website kita juga banyak pengunjungnya. Jadi pemasarannya sudah sampai ke luar negeri.
Ibu Shofi: Duh, senangnya anakku yang ini berhasil. Jadi ingat almarhum ayahmu. Pasti dia juga bangga.
Tapi kapan kamu nikahnya???.
Nora: Hehe… Silfi sudah punya calon bu, tinggal di ajukan aja ke Ibu.
Iya kan Fi? (Sambil mengedipkan mata ke Silfi)
Silfi: (malu-malu)
Ibu Shofi: Iyo, to Fi?
Ya, aku ikut senang. Udah cepat aja calonmu itu kamu bawa ke sini.
Silfi: Inggih Bu. Tapi Mas Dani sepertinya masih sibuk dengan urusannya.
Insya Allah, setelah semua beres akan aku ajak kesini.
Nora: Oh, kamu sekarang sama Dani toh?
Silfi: (tersipu) ya Mbak.
Ibu Shofi: Dani ya namanya?
Silfi: Mengangguk pelan.
Minem: (masuk) Ini tasnya Mbak (sambil menyerahkan bungkusan ke Silfi)
Silfi: Makasih Nem.
Ibu Shofi: Eh, anakmu tadi kemana Ra?
Silfi: Iya, kemana Dilla tadi?
Nora: Itu di depan sama Meila.
Tidak tahu lah, mereka kok cocok ya? Padahal kan tante sama ponakan.
Dilla…… (berteriak memanggil)
Dilla: (berteriak dari luar) Sebentar bunda, ini masih asyik ni sama tante.
Ibu Shofi: Sudah biarkan saja. Meila memang seperti itu kok Ra. Jiwanya masih jiwa anak-anak.
Silfi: Gimana sih, mbak? kan biasa. Aku juga sering bercanda sama Dilla, dia memang anak yang lucu dan menyenangkan. Aku juga suka sama anakmu itu Mbak.
Minem: Ndoro makanannya sudah siap. Monggo didahar…
Silfi: Ayo bu kita makan…
Ibu Shofi Sebentar Fi, ibu mau menunggu kakakmu Sandra dulu…
Nora: tak usah ditunggu bu… Mbak Sandra sudah bilang tidak bisa datang.
Ibu Shofi: Baiklah…
Silfi: Oh, benarkah Mbak Sandra tidak akan datang?
Nora: Katanya si begitu.
Ibu Shofi, Nora, Silfi, Minem: (menuju ruang makan, disana tersaji berbagai makanan yang telah disiapkan untuk merayakan hari ibu malam itu)
Babak 2
(Di ruang makan, duduk menghadap meja makan, Nora, Ibu Shofi, dan Silfi. Minem merapikan meja dan menyiapkan sajian makanan)
Nora: Nem nem… tolong panggilkan Dilla dan Meila, bilang makanan sudah siap…………
.…………Selengkapnya…… Berkumpul di Hari Ibu (Naskah Drama)
.

Dikirim pada 19 Januari 2010 di Sekolah

Kemeriaan Reuni Akbar SMK Negeri Perkapalan (STEMAPAL)
“Saat Kebersamaan Sebuah Catatan”
Sidoarjo, 29 Nopember 2009
Selamat Hari Guru, Acara ini untuk mu Guruku
Jasa mu guruku, tak kan pernah kami lupakan, selamat hari guru, karenamu kami bisa berkarya dan memberikan sesuatu yang berguna bagi masyarakat, karenamu guruku, kami berkiprah.
Dalam sambutannya, ketua panita, Dwi Cahyo Widodo, mengharapkan kebersamaan yang terus bekelanjutan. Membawa keakraban dan ingin menunjukkan sebuah reuni yang lancar bagaimanapun keadaannya.
Sedangkan Bapak Wakil Kepala Sekolah, menunjukkan bagaimana sebuah ikatan alumni bisa memberikan kerja sama yang saling menguntungkan, antara yang punya kesempatan, pemilik usaha, atau yang sedang menduduki posisi bagus di sebuah perusahaan dapat membantu dan memberikan kesempatan kepada yang sedang mencari pekerjaan, atau belajar mengambil peluang.
Beliau juga menceritakan bagaiamana Sekolah kita ini pernah berjaya, pernah mundur sebentar, dan kemudian bangkit lagi menjadi Sekolah yang diakui mutu dan kualitasnya, alumninya telah berkiprah dalam masyarakat. Memberikan sesuatu yang sangat berarti.
Salam sukses ya, buat Bapak dan Ibu Guru. Saya sendiri mencoba usaha denganwww.okrek.com
Oh ya,,,, Bapak Ibu Guru………..SELAMAT HARI GURU……….
Selamat Hari Guru
jasamu…. jasamu….
Kakak Angkatan pertama memberikan sambutan yang membuat kita semua tertawa, saat menceritakan bagaimana………
……..Selengkapnya>>>Kemeriaan Reuni Akbar SMK Negeri Perkapalan

.

Dikirim pada 29 November 2009 di Sekolah
Awal « 1 » Akhir


connect with ABATASA