0

Berikut saya kutip penawaran memberikan infomasi untuk mendapatkan imbalan.
Bebas Biaya (GRATIS), Dapat Uang Gratis !!
GALESUS.com





Konsep Baru:

Bebas Biaya Alias GRATIS !!
Peluang Penghasilan lebih dari 100.000.000,-
URL Pribadi



Pernahkah Anda mengikuti Program dan Anda harus membayar ketika bergabung?
Apakah Anda pernah merasa tidak yakin akan Program yang Anda ikuti?



Kami adalah Program dimana Member tidak perlu membayarse-sen-pun.
Cukup merekrut 25 orang dan Anda telah berhasil selangkah lebih maju untuk memperbaiki keuangan Anda. Dengan jumlah pengguna Internet di Indonesia sebanyak 28.000.000 dan terus meningkat, Tidak akan sulit bagi Anda untuk mencari 25 orang. Tidak ada alasan bagi seseorang untuk tidak bergabung dalam Program ini. Dan bergabunglah sekarang juga.



Tabel dibawah adalah gambaran keberhasilan yang akan Anda raih. Dengan perhitungan bahwa anda berhasil merekrut 25 orang dan masing-masing downline Anda berhasil merekrut 25 orang.
Level
Member
Jumlah (Rp)
Level 1
25 orang x Rp 30,-
750,-
Level 2
25 x 25 orang x Rp 30,-
18.750,-
Level 3
25 x 25 x 25 orang x Rp 30,-
468.750,-
Level 4
25 x 25 x 25 x 25 orang x Rp 30,-
11.718.750,-
Level 5
25 x 25 x 25 x 25 x 25 orang x Rp 30,-
292.968.750,-
Total komisi
305.175.750
Biaya untuk Bergabung dalam Program ini hanyalah Rp 0,-
Bergabunglah Sekarang !!


FAQ
Kenapa Anda membuat Program ini?
Program ini ditujukan untuk mencari Anggota. Kami ingin pada suatu saat nanti akan mendirikan website untuk iklan baris & PTC. Oleh karenanya, Kami harus mencari member terlebih dahulu. Bila Anda membantu Kami mencari member, Kami akan memberikan komisi kepada Anda
Bagaimana sistem GALESUS dijalankan ?

Sistem dari GALESUS ini adalah mencari Anggota sebanyak-banyaknya untuk menjadi member. Bila nantinya Program PTC kami dirikan, Anggota yang Anda rekrut akan menjadi Referral Saudara.
Bagaimana caranya saya bisa mendapatkan komisi dengan program ini ?


1 . Untuk setiap pendaftar tanpa melalui Sponsor :
Program akan mengambil salah satu dari Data Member yang telah bergabung secara random dan menjadikannya Sponsor (Sponsor Langsung).
2. Untuk setiap pendaftar yang datang dengan Sponsor :
Sponsor tersebut tetap menjadi seorang Sponsor Level 1 (Sponsor Langsung) . Sponsor ini mendapatkan komisi Rp. 30,- Sehingga Anda yang melakukan promosi akan tetap menjadi seorang Sponsor Level 1.
Sampai kapan saya menjadi anggota di program ini ?
Anda dapat menjadi anggota di program ini selamanya. Setiap Anggota berhak untuk merekrut anggota sebanyak-banyaknya. Apabila pada salah satu pohon level keanggotannya telah terhapus, maka ia masih mempunyai pohon level-pohon level lain, atau membuat pohon level baru lagi dengan cara berpromosi lagi terhadap program ini. Tabel dibawah adalah gambaran keberhasilan yang akan Anda raih.
Level
Member
Jumlah (Rp)
Level 1
25 orang x Rp 30,-
750,-
Level 2
25 x 25 orang x Rp 30,-
18.750,-
Level 3
25 x 25 x 25 orang x Rp 30,-
468.750,-
Level 4
25 x 25 x 25 x 25 orang x Rp 30,-
11.718.750,-
Level 5
25 x 25 x 25 x 25 x 25 orang x Rp 30,-
292.968.750,-
Total komisi
305.175.750

Berapa Biaya yang harus saya keluarkan untuk bergabung dalam Program ini?

Rp 0,- (GRATIS)


Bagaimana cara mendapatkan member bila Saya memutuskan bergabung dengan Program ini?

Anda Akan mendapatkan alamat Website sendiri, dengan username Anda, sehingga bila ada Seseorang yang bergabung lewat link Anda akan menjadi referral Anda.

Misalkan:
http://www.galesus.com/index.php?id=username_anda
contoh:
http://www.galesus.com/index.php?id=promo

Bagaimana menurut sahabat?
Setuju tidak dengan konsep seperti itu,
memberikan informasi tentang diri kita, di internet, untuk mendapatkan imbalan recehan... begitu?

Jika punya pendapat, jangan segan klik Comment berikut ini, dan tulis pendapat Sahabat...
ditunggu ya..... :) :)

Dikirim pada 19 Mei 2009 di Marketing


Tidak tepat jika periklanan ditujukan hanya untuk mempengaruhi penjualan, sebab banyak variabel yang mempengaruhi penjualan, termasuk iklan itu sendiri. Pendekatan yang lebih tepat adalah bila tujuan periklanan diarahkan pada tahap-tahap kesiapan pembeli untuk membeli produk, yaitu mengubah pelanggan dari tidak tahu menjadi memahami, mengambil sikap, lalu membeli. Oleh karena itu pemasar harus menentukan tahap mana yang perlu digarap lewat iklan.
Ada beberapa cara untuk menentukan tujuan periklanan, yaitu :
1. Inventory Approach
Dalam pendekatan ini tujuan pengiklanan ditentukan atau diambil dari kumpulan berbagai tujuan perusahaan dilihat dari seluruh sudut pandang pemasaran perusahaan. Dengan pendekatan ini pemasar dapat menyadari bahwa ada banyak tujuan berbeda yang bias ditekankan dalam pengiklanan, dan pemilihan tujuan hendaknya mempertimbangkan tujuan pemasaran lainnya. Akan tetapi kelemahan dari pendekatan ini adalah bahwa tujuan yang dapat dipilih mungkin tidak feasible atau malah bertentangan.
2. Hierarchy Approach
Pendekatan ini didasarkan pada dugaan bahwa sebelum membeli produk, pelanggan melewati tahapan-tahapan variabel psikologis.
Oleh karena itu, tujuan periklanan haruslah menggerakkan tahapan-tahapan tersebut dalam suatu hirarki. Tujuan periklanan misalnya menarik perhatian awal pelanggan, persepsi, lalu perhatian yang lebih besar, dan minat membeli. Atau dapat pula mempengaruhi pemahaman perasaan, emosi, motivasi, keyakinan, minat, keputusan, citra, asosiasi, ingatan dan pengenalan pelanggan. Meskipun demikian, sulit sekali menghubungkan tujuan-tujuan itu dengan tujuan pemasaran. Selain itu pengukuran variabel psikologis juga sulit dilakukan dan bersifat subjektif apabila dibandingkan pengukuran pencapaian tujuan, seperti laba misalnya.
3. Attitudinal Approach
Pendekatan ini menyarankan agar sasaran tujuan periklanan adalah mempengaruhi struktur sikap.
Tujuan-tujuan periklanan dapat berupa penyataan-pernyataan berikut :
• Mempengaruhi kekuatan yang paling berpengaruh dalam pemilihan kriteria untuk mengevaluasi merek dari kelas produk tertentu.
• Menambah karakteristik pada hal-hal yang dianggap menonjol pada kelas produk.
• Mengubah persepsi terhadap merek perusahaan pada beberapa karakteristik produk tertentu yang menonjol atau penting.
• Mengubah persepsi terhadap merek-merek yang bersaing pada beberapa karakteristik produk tertentu yang menonjol atau penting.
Pendekatan ini adalah penyempurnaan dari pendekatan hirarki, di mana pendekatan ini berupaya menghubungkan tujuan periklanan dengan tujuan pemasaran. Pendekatan sikap tidak hanya menunjukkan fungsi-fungsi yang harus dilaksanakan iklan, tetapi juga menunjukkan hasil-hasil tertentu yang akan dicapai. Tugas-tugas periklanan tersebut selanjutnya bisa dipakai untuk menentukan tujuan media.

Sumber: Catatan Sekolah

Dikirim pada 13 April 2009 di Marketing
13 Apr

Merupakan pendekatan yang menggunakan media komunikasi untuk menyampaikan informasi kepada khalayak ramai dalam satu waktu. Metode ini memang tidak sefleksibel personal selling namun merupakan alternatif yang lebih murah untuk menyampaikan informasi ke khalayak (pasar sasaran) yang jumlahnya sangat banyak dan tersebar luas. Ada dua bentuk utama mass selling, yaitu periklanan dan publisitas.
Periklanan
Iklan merupakan salah satu bentuk promosi yang paling banyak digunakan perusahaan dalam mempromosikan produknya.
Paling tidak ini dapat dilihat dari besarnya anggaran belanja iklan yang dikeluarkan setiap perusahaan untuk merek-merek yang dihasilkannya.
Iklan adalah bentuk komunikasi tidak langsung, yang didasari pada informasi tentang keunggulan atau keuntungan suatu produk, yang disusun sedemikian rupa sehingga menimbulkan rasa menyenangkan yang akan mengubah pikiran seseorang untuk melakukan pembelian. AMA (American Marketing Association) mendefinisikan iklan sebagai semua bentuk bayaran untuk mempresentasikan dan mempromosikan ide, barang, atau jasa secara non personal oleh sponsor yang jelas. Sedangkan yang dimaksud dengan periklanan adalah seluruh proses yang meliputi penyiapan, perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan iklan. Iklan memiliki empat fungsi utama, yaitu menginformasikan khalayak mengenai seluk beluk produk (informative), mempengaruhi khalayak untuk membeli (persuading), dan menyegarkan informasi yang telah diterima khalayak (reminding), serta menciptakan suasana yang menyenangkan sewaktu khalayak menerima dan mencerna informasi (entertainment).
Suatu iklan memiliki sifat-sifat sebagai berikut :
1. Public Presentation
Iklan memungkinkan setiap orang menerima pesan yang sama tentang produk yang diiklankan.
2. Pervasiveness
Pesan iklan yang sama dapat diulang-ulang untuk memantapkan penerimaan informasi.
3. Amplified Expressiveness
Iklan mampu mendramatisasi perusahaan dan produknya melalui gambar dan suara untuk menggugah dan mempengaruhi perasaan khalayak.
4. Impersonality
Iklan tidak bersifat memaksa khalayak untuk memperhatikan dan menanggapinya, karena merupakan komunikasi yang monolog (satu arah).
Iklan dapat diklasifikasikan berdasarkan berbagai aspek, diantaranya dari aspek isi pesan, tujuan, dan pemilik iklan.
1. Dari Aspek Isi Pesan
a. Product advertising, yaitu iklan yang berisi informasi produk (barang dan jasa) suatu perusahaan. Ada dua jenis iklan yang termasuk dalam kategori ini, yaitu :
• Direct-action advertising, yaitu iklan produk yang didesain sedemikian rupa untuk mendorong tanggapan segera dari khalayak atau pemirsa.
• Indirect-action advertising, yaitu iklan produk yang didesain untuk menumbuhkan permintaan dalam jangka panjang.
b. Institutional advertising, yaitu iklan yang didesain untuk memberi informasi tentang usaha bisnis pemilik iklan dan membangun goodwill serta image positif bagi organisasi.
Institutional advertising terdiri atas :
• Patronage advertising, yakni iklan yang menginformasikan usaha bisnis pemilik iklan.
• Iklan layanan masyarakat (public service advertising), yakni iklan yang menunjukkan bahwa pemilik iklan adalah warga yang baik, karena memiliki kepedulian terhadap masyarakat dan lingkungan. Iklan layanan masyarakat memiliki ciri-ciri antara lain non-komersial, tidak bersifat keagamaan, nonpolitik, berwawasan nasional, dapat diterima seluruh lapisan masyarakat, dan mempunyai dampak serta kepentingan yang tinggi.
2. Dari Aspek Tujuan
a. Pioneering advertising (informative advertising), yaitu iklan yang berupaya menciptakan permintaan awal (primary demand), misalnya iklan permen untuk senam wajah (sebelumnya belum terpikirkan bagi sebagian besar masyarakat untuk melakukan senam wajah melalui makan permen).
b. Competitive advertisitng (persuasive advertising), yaitu iklan yang berupaya mengembangkan pilihan pada merek tertentu.Ada suatu bentuk iklan yang secara terang-terangan menunjukkan kelebihan/keunggulan produk merek tertentu dibandingkan produk merek lain (merek pesaing). Bentuk iklan seperti ini biasa disebut comparative advertising.
c. Reminder advertising, yaitu iklan yang berupaya melekatkan nama atau merek produk tertentu di benak khalayak.
Reinforcement advertising merupakan suatu bentuk reminder advertising yang meyakinkan atau memantapkan pilihan pembeli.
3. Dari Aspek Pemilik Iklan
Ada dua jenis iklan berdasarkan aspek pemilik iklan, yaitu:
a. Vertical cooperative advertising, yaitu iklan bersama para anggota saluran distribusi, Misalnya diantara para produsen, pedagang grosir, agen, dan pengecer.
b. Horizontal cooperative advertising, yaitu iklan bersama dari beberapa perusahaan sejenis.
Pada tahun 1981 pemerintah Indonesia lewat Departemen Penerangan telah berhasill menyusun kode etik dalam periklanan.
Kode etik ini dinamakan Tata Krama dan Tata Cara Periklanan Indonesia (Iihat Apendiks 5). Kode etik tersebut disusun dalam suatu konvensi yang melibatkan berbagai pihak, diantaranya :
1. ASPINDO (Asosiasi Pemrakarsa dan Penyantun Iklan Indonesia), mewakili kepentingan pengiklan.
2. P31 (Persatuan Perusahaan Periklanan Indonesia), mewakili biro Iklan.
3. BPMN/SPS (Badan Periklanan Media Pers Nasional/Serikat Penerbit Surat Kabar), mewakili pemilik media cetak.
4. PRSSNI (Persatuan Radio Siaran Swasta Niaga Indonesia), mewakili pemilik media radio.
5. GPBSI (Gabungan Pengusaha Bioskop Seluruh Indonesia), mewakili pemilik media bioskop.
Sedangkan pihak pemerintah diwakili Direktorat Bina Pers dan Grafika, Depar-temen Penerangan Republik Indonesia.
Publisitas
Publisitas adalah bentuk penyajian dan penyebaran ide, barang dan jasa secara non personal, yang mana orang atau organisasi yang diuntungkan tidak membayar untuk itu. Publisitas merupakan pemanfaatan nilai-nilai berita yang terkandung dalam suatu produk untuk membentuk citra produk yang bersangkutan.
Dibandingkan dengan iklan, publisitas mempunyai kredibilitas yang lebih baik, karena pembenaran (baik langsung maupun tidak langsung) dilakukan oleh pihak lain selain pemilik iklan. Di samping itu karena pesan publisitas dimasukkan dalam berita atau artikel koran, tabloid, majalah, radio, dan televisi, maka khalayak tidak memandangnya sebagai komunikasi promosi. Publisitas juga dapat memberi informasi lebih banyak dan lebih terperinci daripada iklan. Namun demikian karena tidak ada hubungan perjanjian antara pihak yang diuntungkan dan pihak penyaji, maka pihak yang diuntungkan tidak dapat mengatur kapan publisitas itu akan disajikan atau bagaimana publisitas tersebut disajikan. Selain itu publisitas tidak mungkin diulang-ulang seperti iklan.
Oleh karena itu, kini publisitas biasanya merupakan bagian dari departemen humas perusahaan.
Sumber: Catatan Sekolah

Dikirim pada 13 April 2009 di Marketing
Awal « 1 2 3 » Akhir


connect with ABATASA